Thanks for open this :P welcome to my blog :D

All About I wanna Write

Jumat, 30 September 2011

Tragedi Cinta

Selvi memandang dari jendela kamar dan melamun berharap pelangi muncul setelah hujan lebat. Dari arah jendela Selvi melihat seorang pria berteduh di depan rumahnya. Ia masih memperhatikan pria itu dengan sebuah tas gitar yang ia lindungi lebih berharga darinya. Akhirnya hatinya ibah dan keluar dari rumah dengan sebuah payung. Ia mendekati pria itu dan membuka pintu gerbang. “Masuk yuk, daripada kehujanan.” tawar Selvi. “Yakin ga’ papa!!” ujar pria itu sopan. “Serius. Di rumah ini aku tinggal sendiri. Ayo!!!”. Pria itu memarkirkan motornya di halaman rumah Selvi yang sederhana. Kemudian Selvi mengajaknya duduk teras rumahnya. Selvi mengambilkan sebuah handuk kering untuk mengeringkan sisa-sisa hujan untuk pria itu..
 Namun pria itu lebih memilih membersihkan gitarnya daripada dirinya. Selvi hanya tersenyum memperhatikan tingkah pria berkulit putih dan bermata sipit tersebut. “Kok gitarnya dulu yang di keringkan. Bukannya kamu??” “Iya ga’ papa. Ini nyawa pertamaku. Jadi penting juga!” “Emang gitar itu buat apa??” “Saya Thomas. Saya seorang gitaris band amatiran namanya Superband.” “Wah pantesan. Dengar-dengar seorang pemusik menganggap alat musik sebagai nyawanya. Aku pikir tadinya cuma rumor dan ternyata benar!” “Hehe. Gitulah. .. Emang kamu bisa main alat musik juga?” “Hm..” Selvi terdiam menatap gitar pria tersebut. “Sedikit bisa main piano, dulu sempat les tapi sekarang udah bodoh kali, tapi kalau gitar emang ga’ bisa. Pengen belajar tapi ga’ ada waktu, sibuk untuk kuliah.” “Oo gitu… Emangnya kamu kuliah dimana?” “STIKOM dekat sini. Bukan asli dari kota ini. Rumah ini kontrak, Jangan heran kalau aku tinggal sendiri di rumah ini!” “Hahaha,, gitu…!”
Selvi menawarkan secangkir teh hangat kepada pria itu. Thomas tersanjung dengan kebaikan gadis itu. Hujan mulai reda. Thomas segera ke café tempat ia bekerja dan pamit kepada Selvi. Selvi senang berkenalan dengan pria itu. “Terima kasih tempat buat aku berteduh, jasa kamu pasti aku balas kelak” “Idih… Pemusik emang romantis kata-katanya. Hmm… bagaimana kalau kamu ajarin aku main gitar!!” “Benar… dengan senang hati aku mau ajarin kamu. Kalau aku sempat pasti aku ajarin kamu.” “Baiklah kalau begitu!”. Perkenalan itu menjadi awal kedekatan mereka.

Thomas benar-benar menemui Selvi untuk mengajarkan Selvi bermain gitar dari nol hingga mulai menarik petikan nada dari gitar klasik yang dipinjamkan oleh Thomas. Selvi mulai menyukai musik sejak itu. Ia selalu menantikan guru les gitar barunya tersebut setiap kesempatan waktu yang ada. Setelah latihan beberapa kali, Thomas juga melihat sebuah potensi besar dari suara yang dimiliki oleh Selvi. Kebetulan vocalis di bandnya memutuskan mundur untuk mencari peluang kerja yang lebih baik. Selvi sempat ragu. Namun karena dorongan yang diberikan Thomas membuat ia berani menyatakan dirinya bersedia. Ternyata, pilihan Thomas kepada Selvi tidak salah. Band mereka mulai banyak menarik minat café-café untuk memberikan porsi konser kepada mereka.

Selvi mulai giat menjadi vocalis dan membuat kuliahnya terbengkalai. Ada hal lain yang ia sembunyikan dalam kebersamaan bandnya. Ia mulai jatuh cinta pada Thomas. Namun Thomas selalu menegaskan kepada seluruh tim untuk menggapai cita-cita mereka dahulu menjadi band sukses ketimpang mengurusi urusan pribadi mereka termasuk cinta. Kebesaran nama band mereka belum cukup untuk membuat band tersebut masuk dalam dapur rekaman. Beberapa kali di tolak oleh pengusaha rekaman da membuat Thomas putus asa. Disaat itulah Selvi selalu memberi dorongan. Cinta antara mereka tak dapat disembunyikan. Sejak itu mereka menjadi sepasang kekasih. Seiring mimpi mereka menjadi band sukses, diikuti kisah cinta mereka yang begitu indah. Mereka mengubah nama bandnya menjadi APPLE. Dengan tambahan dua orang yang awalnya hanya bertiga. Kini mereka berjumlah lima orang termasuk Selvi, Thomas, Gerry, Nita dan Hendra. Dua anggota baru adalah dua bersaudara Nita dan Hendra yang mempunyai kemampuan biola (Nita) dan piano (Hendra). Mereka menginginkan band mereka sukses dan saat itu juga ada audisi konser di kota mereka.

Gerry dan Thomas adalah sahabat dekat yang selalu bersama sejak kecil. Namun Gerry memiliki kebiasaan buruk sehingga memiliki beberapa musuh yang selalu datang untuk mengajaknya berkelahi. Ketika itu Gerri berdebat dengan salah satu anggota band yang terlihat iri dengan kesuksesan band Apple.

Selvi mulai mahir menciptakan lagu dengan gitar. Ia mulai sering bolos kuliah. Ia rela melakukan semua itu demi cita-cita dan mimpinya bersama sang kekasih. Hubungan mereka begitu dekat dan sulit untuk dipisahkan.

Band merekan tiba untuk melakukan audisi dan lolos ke final yang bersaing dengan band yang saat itu membuat keributan dengan Gerry. Mereka telah siap di hari final dan saat itu Selvi sedang ujian di kuliahnya. Ia memutuskan berangkat sendiri dengan taksi menuju tempat audisi setelah ujian usai. Sedangkan Thomas dan Gerry pergi bersama begitu juga Nita dan Hendra. Sesampai disana Selvi, Nita dan Hendra menunggu Thomas dan Gerry. Sedangkan band mereka sebentar lagi audisi. Selvi menghubungi Thomas dan Gerry namun tak dapat di hubungi. Mereka mulai cemas dan akhirnya Gerri menghubungi Selvi. Gerry mengatakan kalau mereka ada suatu urusan dan menyuruh Selvi untuk melakukan audisinya bertiga. Sekarang mereka bertiga berjuang untuk band mereka.

Audisi berakhir dan Selvi membawa keberhasilan. Selvi menghubungi Gerry. “Gerry, kita juara. Kita bisa jadi band dapur rekaman.” “Selamat ya. Sel, Thomas kritis. Dia dirawat di rumah sakit. Ayo, cepatan ke sini.” “Kamu ga’ bercandakan Ger?” “Ngga’, cepatan kesini.” Selvi mulai cemas dan gelisah. Sesampai di rumah sakit ia menemui Gerry dengan luka di kepalanya. Di UGD dia melihat Thomas terbaring dengan alat bantu pernafasan. Ia menerobos ruang itu dan berteriak keras. Suster dan dokter memisahkan gadis itu. Selvi bertanya kepada Gerry. “Kenapa bisa begini?” “Maafkan aku Sel. Ini salah aku. Andai aku tidak buat keributan, dia tak akan seperti ini. Dia tertusuk pisau saat dia menolong aku dari perkelahian itu.” Kemudian dokter keluar dari ruang UGD dan mengatakan pasien telah meninggal. Selvi menerobos pintu UGD dan berteriak sekeras-kerasnya. “Thom, jangan tinggalkan aku.”

Cinta mereka berakhir sebagai kenangan. Selvi tak bisa melupakan kenangan mereka berdua. Ia melihat gitar yang diberikan Thomas sebagai bagian hidup Thomas yang tersisa. Selvi memetik gitar dan akhirnya menciptakan sebuah lagu yang indah. Kemudian Selvi mempunyai semangat untuk bernyanyi. Saat itu band mereka menyanyikan lagu yang dibuat Selvi. Selvi mulai membuka kata-kata terakhirnya, “Lagu ini aku persembahkan untuk orang yang ku cintai yang telah pergi untuk selamanya.” Seorang pengusaha jatuh cinta pada lagu itu dan membuat band mereka sukses. Usai konser Selvi pulang karena kelelahan. Saat teman-temannya datang ke rumah Selvi mereka menemui Selvi dengan tetesan darah dan selembar lirik lagu untuk persembahan terakhir hidupnya. Lagu tersebut kemudian sukses dan menyisakan pilu yang amat dalam.

Selasa, 20 September 2011

S T A R S S E C R E T

"Berhenti menangis, dan tetap tersenyum" Itu satu kalimat yang terus Fairy ucapkan saat ini. Hanya satu kalimat itu yang bisa tenangin Fey saat dia lagi nge-down. Pas lagi berantem sama Stefan, temennya, sahabat, ortu, dan yang lain.. Malem ini Fey nangis..
"RILEEKS" Fey menghirup nafasnya dalam dalam secara perlahan yang sedikit terisak ditangisnya. Kemudian, Fey mengambil tas nya dan keluar.. Seperti biasa.. Fey pergi kerumah Kevin, teman curhatnya yang selalu setia mendengarkan isi hati Fey satt sedih, saat  dalam kondisi seperti ini.. Satu satunya orang yang bisa mengerti dia.. Fey masuk ke paviliun rumah Kevin, tentu masih dengan mata sembab mendung merah... Kebetulan, Kevin ada di paviliun sambil bermain plastationnya..
"Keivv" Rengek Fey sahat melihat Kevin yang serius dengan game nya.
"Apa?" Jawab Kevin tanpa menatap Fairy dan masih sibuk dengan pandangan yang tetap tertuju pada plastation..
"Keviinn ! Dengerin gue !" Fey sedikit berteriak agar Kevin memfokuskan perhatiaannya pada Fey. Kevin menatap Fairy.. Ia terkejut melihat wajah fey yang seperti kepiting rebus merah dengan mata berlinang air.. Ia pun meninggalkan gamesnya tanpa meng-pause..
"Lo kenapa?" Seru Kevin terkejut ketika melihat sahabatnya itu yang ternyata benar benar menangis..
"vinn ! gue putus.. gue gakyakin gue bisa move on" rengek Fey sambil menangis
"hah lo putus ? kenapa lagi ? nih kan.. gue udah berkali kali fey bilang sama elo. Adek kelas lo itu gak serius sama lo dan dia cuma mainin lo.."
"Tapi vin, elo gangerti .. kata katanya pas gue sama dia baru jadian.. itu ngeyakinin banget.. apalagi pas gue lagi sama dia. Dia kaya ngehargain gue banget.. Dia perhatian, so sweet, dan gue yakin dia itu sebenernya sayang banget sama gue"
"Kaya gitu ? lo bilang sayang ? coba deh lo inget inget lagi.. saat dia jutekin lo, caper sama temen temen lo... Perhatiannya itu cuma sejenak Fey.. Bukannya dia sering ngebuat lo nangis?"

Fey terdiam , membayangkan, dengan semakin menderas jatuhan airmatanya

"Elo bener sih , Vin... Dia selalu jutekin gue dihadepan temen temennya. Dia jarang ngertiin gue kalo gue ada apa apa . Cuma pas ketemu dan pas berdua aja dia sok sok perhatian sama gue." Fey semakin menyedak ditangisnya.. Wajahnya semakin memelas dan memerah.
"Emang lo kenapa putus?"
"Alasan dia karena gue sering nyakitin dia. Emang sih , gue tuh nyebelin , gue tuh gabisa ngertiin dia, saat dia marah , ngambek, gue gakbisa nenangin emosi dia.. Gue lebih sedih lagi Vin, karena dia udah suka sama cewek lain.. Gue gatau sih siapa pastinya si cewek itu.. Tapi kata Stefan , gue kenal sama cewek yang lagi disukai sama dia tuh."
Kevin memeluk Fairy.. Itu sudah wajar.. Mereka sahabat baik dari kecil . Saat Fey sedih, Fey selalu dateng ke paviliun Kevin, dan Kevin selalu bisa nenangin Fey. Mereka cocok sebenernya kalo pacaran. Tapi, faktanya mereka hanya sebatas sahabat.

"Eh, Fairy... Kok tante gaktau kalo Fey dateng.." Tiba tiba mama Kevin masuk.
"Eh, maaf tante" Fey melepaskan pelukan dari Kevin dan ia menghapus airmatanya.
"Nah, itu kenapa ? kok nangis ? Kevin ngapain kamu?"
"Ohh.. nggak kok tante.. Kevin gakngapa ngapain fairy . Fey cuma curhat aja ke Kevin"
"Ohh.. yaudah jangan nangis atuh.. JElek mah kalo nangis. Yauwes , tante mau nyiapin makan malem dulu. 15 menit lagi yturun yah.. makan malem bareng. "  Mama Kevin pergi dari paviliun.

"Thanks yah vin... Itung itung curhat sama elo gue udah rada mendingan.. Thanks banget yah"
"udah gausa mendramatisir... Bias aaja Fey.. Gausa lebay.. Gue kan baik.. Nah lo yah kalo ada apa apa langsung aja kesini. Gue siap nampung airmata lo"
"ihh apaan sih .. lo tuh yang lebay" Jawab fey :) Fey tersenyum menatap Kevin ..
"nape ? jatuh cinta lo sama gue ? sori lo bukan tipe gue ."
"ihh ogah dah mending gue jatuh cinta sama tembok dari pada harus sama elo"

Semua diam, lalu mereka tertawa bersamaan. :D

Beberapa saat kemudian Fey pulang.. Ia langsung pergi kekamarnya... Seperti biasa.. Ia selalu mengutarakan dan menulis ceritanya dibuku putih kesayangannya..


"30-08-11
Dear..Diary...
Gue gak tau apa yang gue rasain sekarang..
Down..Shock...Dan ancur !  Semua ada diotak gue... Gue putus.. Sama orang yang ternyata cuma mainin perasaan gue.. While, gue udah sayang banget sama dia.. BAKAL HARD TO MOVE ON .. GUE BINGUNG.. Meskipun Kevin yang uda nenangin perasaan gue.. Tapi hati gue masih nyesek... "

Fey masih menangis .. Matanya yang sembab terlihat ketika ia berkaca .. Fey melihat diluar jendela kamar. Sudah gelap, sepi, fey melamun mengenang semua memeorinya bersama Stefan sampai akhirnya ia tertidur..

Okay ! Pagi pertama tanpa Stefan .. Fey pergi kesekolah.. Tanpa dijemput Stefan seperti biasanya pastinya..
"Mau tumpangan?" Fey terkejut ketika Kevin sudah ada didepan rumahnya menawari Fey tumpangan untuk pergi kesekolah..
"lo serius Vin?"  jawab Fey dengan lemas dan mata panda gara gara insiden kemarin..
"Lo mau kagak ? Buruan sebelum gue berubah pikiran nih.."
"haha iyaa iya thanks yah" Fey menaiki sepeda Kevin, lalu mereka berangkat.

Dan akhirnya Fey dan Kevin sampai disekolah...
"Ecciieeee .. Kalian jadian ?" Tanya clara, teman baik Fey ketika melihat Fey dan Kevin boncengan saat memasuki gerbang sekolah...
Fey dan Kevin hanya bengong bingung menjawab pertanyaan aneh clara.
"nah lo ? malah bengong ? Cepet banget yah Fey elu dapet pengganti si Stefan" kata clara si aneh lagi dengan nada nada tidak mengenakkan -_-
"hah?" Fey hanya bisa menjawab sepatah kata "hah" karna Fey pun tak mengerti apa yang si aneh clara katakan.
"gue gakjadian kok sama Fairy" jawab kevin dengan nada keren selayaknya cowok gentle.

*Kevin termasuk tergolong cowok populer di sekolah. Dia tinggi, putih, keren, kapten basket lagi. Sebenernya clara suka sama Kevin, dan sejujurnya si aneh clara jealous dengan kedeketan Kevin sama Fairy meskipun mereka berdua sebenernya hanya sahabat.
"ohh syukur deh" jawab clara sinis, dan kemudian langsung meninggalkan Kevin dan Fairy.

"tuh anak kenapa sih yah?" tanya Fey ketika melihat Kevin menatapnya tajam.
Kevin mengangkat bahunya. Dan kemudian mereka masuk kekelas.

-----------------------------------------------
"Vin, gue boleh kan duduk sebangku sama lo?"
"Ohh okay.. Boleh kok" Dan kemudian Fey duduk disebelah Kevin dengan ragu ragu dan dengan perasaan tak yakin.
"Clara gak marah nih. Seharusnya kan dia yang duduk disini?" Tanya Fey lagi.
"Gue nanti yang bakalan bilang ke Clara. Lo tenang aja"
------
Beberapa saat tak lama kemudian, Clara datang dan melihat ke arah tempat duduknya yang diduduki Fairy.
"Sori, ini kan tempat gue?"  Kata Clara dengan nada sedikit tinggi. Fey melihat kearah Kevin. Demikian Kevin yang melihat kearah Fey.. Mata mereka saling bertatapan. Dan kemudian dikagetkan dengan suara sentak Clara.
"Woyy ! Fey ! Aneh banget sih elo, ini tempat gue Fey.. Dan gue udah lama duduk disini sama Kevin"
"Emm, sori Clar.. hari ini gue pengen duduk sama Fey dulu. Lo bisa kan ngalah buat hari ini?" Omong Kevin lembut pada Clara tetapi masih saja dengan nada cueknya. Wajah Clara menjadi merah dan bibirnya manyun semanyun mungkin. Dia makin curiga dengan hubungan Fey sahabatnya itu dengan seorang cowok keren yang disukainya, yaitu Kevin..
"ADA APA SIH MEREKAAAA" batin Clara dalam hati dan tentu saja dengan perasaan yang panasss..
-----------------------------
Pelajaran pertama. Pelajaran paling membosankan didunia. M A T E M A T I K A .
Mungkin hanya bagi ku dan Fairy.....
Semua murid  memperhatikan guru matematika yang tampaknya sedang memberi penjelasan tentang berbagai macam materi. Tak terkecuali Kevin dan Clara yang sangat sangat konsentrasi memperhatikan guru itu. Sementara Fey hanya diam dengan wajahnya yang pucat. Entah kenapa ia merasa sangat lemas dan ia takbisa konsentrasi karena memikirkan seseorang yang sudah membuatnya sedih menangis down seperti orang gila kemarin malam. Ia menghembuskan nafasnya panjang dan rileeks. Sekali lagi ia mencoba berkonsentrasi memperhatikan, namun, tetap saja, GAGAL.
Kevin melihat Fairy yang tampaknya sedikit aneh.
"Lo kenapa, Fey?" Tanya Kevin..
nya diam tanpa kata mengetahui reaksi Kevin yang memang sangat perhatian padanya. Sementara dengan Clara yang telah melihat Kevin dan Fairy dari belakang bangku .. Ia semakin yakin jika memang Fairy dan Kevin tengah menjalani hubungan khusus yang tak ingin diketahui oleh orang lain... Rasanya Clara panas dan ingin membunuh Fairy.. Bukannya selama ini Fairy yang selalu nyomblangin dia dengan Kevin ? Tapi kenapa sekarang malah dia yang jadian sama Kevin ? Tak sabar Clara bertanya pada Fairy dengan nada menghakimi suatu saat nanti. Hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk membicarakannya sehingga nantinya Fairy mau jujur kepadanya..

Kevin masih menggenggam erat tangan Fairy.. Fairy yang tadinya merasa seperti galau kini menjadi tenang karena kehangatan yang telah Kevin berikan. Ia memandang Kevin, matanya berkaca kaca.. Begitu baik dan perhatiannya Kevin pada nya .. Kevin melihat Fairy, makin digenggam erat tangan Fairy.. Fairy merasakan sesuatu... Getaran,, yang pernah ia rasakan dulu saat Stefan melihat matanya...

"OH noo ! gue gaboleh jatuh cinta sama Kevin.. Dia sahabat gue semenjak gue kecil.. Dan faktanya sahabat gue , Clara juga suka sama Kevin.. Gue gaboleh ngehianatin Clara, sahabat gue sendiri."  Batin Fairy berkata pada hatinya.. Ia perlahan menghindari tatapan Kevin, dan melepaskan genggaman Kevin . Perlahan hatinya berkata pada perasaannya "Gue gaboleh jatuh cinta"
Kevin hanya heran melihat tingkah sahabatnya itu . Namun, ia sadar, bahwa mungkin apa yang ia lakukan membuat Fairy tersinggung . Kevin tersenyum :) sekali lagi senyuman dan tatapannya membuat hati Fairy bergetar... Ia harus melawan perasaannya . Ia tidak boleh menganggap perhatian Kevin terlalu serius padanya... TIDAK BOLEH !