Aku menutup buku harianku.Buku putih yang kubuat sendiri dengan inisial namaku dan namanya di cover depan.Buku tempat ku menceritakan semua dan mengungkapkan curahan perasaan terdalam.Buku yang didalamnya juga kutulis cerita imajinasi belakaku.Tentang cerita cinta peri kecil.Kisahnya pun kubuat hampir sama dengan kisah seharianku.Hanya endingnya yang kubuat berbeda.Saat peri kecil harus kehilangan seseorang yang dicintainya.Ia hanya bisa menangis merelakan seseorang berharga itu pergi dan tak akan kembali, tak mungkin akan kembali.Hembusan angin ditempat ku duduk mulai terasa.Sejuk, melambungkan angan..Kuhirup perlahan, dan membayangkan sesuatu..Disini , ditaman sekolah aku biasanya menemukan berbagai cerita.Taman ini imajinasi aku.Saat itu ada 2 ekor semut.Semut yang satunya meninggal, dan satunya masih hidup.Aku tak tau apa yang mereka rasakan.Jika aku menjadi semut yang masih hidup tadi, aku pasti akan merasa kehilangan dan sendiri.
”hey .. ngapain?” seseorang mengagetkanku dari belakang.Aku menoleh kebelakang.Itu Ryan.Selain taman, cowok ini juga inspirasiku.Aku mengaguminya dari pertama kali kita jumpa.Dia baik, keren lagi.
”hey..Ryan!Ngapain disini?”Tanyaku padanya.
”yahh, ditanya malah balik nanya” jawab Ryan..Aku hanya tertawa.
”ngapain kamu?”tambahku.
”tadi, aku lihat kamu disini, pengen aja nyamperin.Tempat ini bagus”
”ini salah satu tempat kesukaan aku”
”hmm..pantesan tiap kali istirahat, kamu gak ada dikelas.Ternyata menyendiri disini”
”enak aja, aku gak menyendiri tau..Cuma pingin bebasin diri dari keramaian dikelas”
”yeeee...sama aja lagi”
”KRINGGG”
”eh, bel tuh , kekelas yuk ?” ajakku.
”yahh, udah bel yah?Bentar banget istirahatnya.Jadi gabisa lama lama an deh sama kamu” celetuk Ryan
”hiyaaa....udahlah..yuk”
”iya udah deh”
Aku segera masuk kelas.Sementara dikelas sudah ada guru fisika yang super banget nyebelin..
”maaf bu , saya telat” kataku dengan wajah menunduk
”sana duduk !” dengan cuek dan juteknya guru itu menyuruh ku duduk tanpa menatap wajahku.
Aku duduk dengan wajah memerah.Semua teman teman melihatku dengan anehnya, mungkin karena aku sering terlambat saat pelajaran sehabis istirahat.
”darimana lagi kamu Fey?”Tanya Dini, sahabat aku yang duduk disebelah ku
”dari surga” jawabku sambil membayangkan tadi ditaman bersama Ryan.
”kamu bercanda?” tanya Dini lagi tak percaya.
”serius..Tadi aku isurga sama Ryan”
”idiihhh ! labil !” ejek Dini padaku
”ehh, dibilangin kok . Tempat apapun bisa jadi surga saat aku bersama Ryan.hihihihi !” jawabku lagi.
Jam kedua..Masih pelajaran fisika. Aku sedikit bingung dengan apa yang disampaikan guru itu. Tidak sedikit sebenarnya. Aku benar benar tak tau dan tidak mengerti apa maksud dari pelajaran ini. Fisika dan Matematika adalah kelemahanku.
”eh eh, lihat tuh..si Ryan !” kata Andin sambil melihat keluar
”mana?”
”itu diluar !”
Ryan melihatku dan melambaikan tangannya.Aku membalas dengan senyuman.
”FAIRY ! NGAPAIN SENYUM SENYUM !” Bentak guru fisika itu saat menatapku.Oh God! Musibah! Aku hanya diam dan menundukan wajah. Rupanya guru itu melihat keluar.. Ryan ingin berlari rasanya saat guru itu melihatnya.Namun ia terasa tak bisa berlari menghindar. Dan akhirnya kita ketauan.
”FEY ! RYAN ! Berdiri di depan tiang bendera sampai bel pulang berbunyi !” Bentaknya lagi. Benar benar musibah ! Aku keluar kelas dan melihat jam ditangan. Syukur deh , jam 12.50 ! 10 menit lagi bel pulang dikumandangkan -_- paling nggak , aku dan Ryan tak perlu berlama lama dibawah tiang bendera.
”kamu sih , ngapain pake lewat kelas aku !” kataku pelan pada Ryan yang berdiri ditiang bendera , tepatnya disebelah aku berdiri juga.
”maaf deh maaf. Aku kan kangen sama kamu . Jadi gakpapa dong nengok kekelas kamu.” Gombal Ryan sambil bercanda padaku
”idiiihh.. Bercanda mulu ih” Kataku dengan sedikit nge-fly
”ini mah serius atuh neng” Jawabnya dengan logat daerah asalnya.
”yaelah akang teh jangan bercanda mulu,,Nge gombal aja ih”
”hahaha..oke deh..by the way..nanti malam ada waktu?”
“emmm...ada...kenapa?”
“aku kerumahmu yah?”
”ohh iya, silahkan .. Tapi, dalam rangka apa nih kerumah ? Kalo kerumah Cuma buat minta makan , maaf deh yah , dirumah gaada apa apa.” kataku sambil iseng bercanda.
”kalo gaada makan, minum boleh deh yah yah ?” kata Ryan memelas.
"udahlah Ryan.. Gausa bercanda deh " kataku
"nah lo? siapa duluan yang bercanda..Kamu yang mulai kann" Ryan menjawab dengan mencubit pipiku. Oh god ! FLY !
"apaan sih.." kataku agak sedikit menunduk.. Yaelah.. Aku cuma digituin aja udah nge fly.. ckckck andaikan saja Ryan tau gimana perasaanku .
"TEEEEET" yeeee... pulaaaang ! gak terasa bentar banget disini . Berjemur dibawah tiang bendera. padahal pengen lama lama sama Ryan
"eh bel tuh . pulang yuk ?" kata Ryan mengagetkan lamunanku.
"ehh iya, udah bel yah.. Cepet bel nya..hihi"Kataku sedikit #lola
"pulang bareng yuk?" ajak Ryan..
"mmm.. Gimana yah.. mm Iya deh, ambil tas dulu yah" jawabku. uhh ! salting nya kumat . Lola nya juga kumat. Telminya apalagi.
yeee ! pulang bareng Ryan. Seneng banget. Digonceng Ryan. Haha.. salting senyum senyum sendiri. hahaa..
"jalan jalan dulu yah? Males ni di rumah" ajak Ryan
"mm.. iya deh .. Kemana? " Jawabku
"Aku pingin ngajak kamu kesuatu tempat"
"Kemana?"
"udah ngikut aja"
"yaasudaaalahhh" jawabku pasrah
Ryan membawaku ketempat aneh. Dibilang rumah bukan, dibilang gedung juga bukan.
"naik ke atas yuk?" ajak Ryan
Aku tersenyum. Tempat ini kaya aku pernah datengin. Persis kaya di mimpi. Seperti apa yang aku bayangin pas ngebuat cerita si peri kecil. Tempatnya aneh, tapi nyenengin. Sepi, kaya rumah bekas. Tapi bukan. Banyak dedaunan. Tapi indah dan bagus. Tak ada kotornya sama sekali. Aku terus berjalan dan merasakan perasaan aneh. Sampai pada akhirnya, aku dan Ryan sampai di atas gedung.
"ini rumah peninggalan alm mama aku" Ryan menceritakannya.
"Dulu, aku sering sama mama ketempat ini. Tempat yang aku datengin saat aku dan mama ada masalah sama papa. Papa memang jahat sama aku. Juga sama mama. Sampai sekarang. Sampai mama meninggal. Papa gaktau kalo aku sama mama punya rumah rahasia disini. Sekarang aku jarang ketempat ini. Aku pernah berjanji, bakal ngajak seseorang yang penting dihidup aku ketempat ini. Selain mama, ada satu orang yang juga penting buat aku."
Aku melamun. Aku bahkan tak tau maksudnya. Aku hanya diam, dan sekali menatapnya sambil tersenyum. Aku mengamati tempat ini. Demikian dengan Ryan.
"Tempatnya bagus" tambahku
"Lebih bagus dulu saat aku dan mama sering merawatnya. Saat mama masih ada"
Aku menatap mata Ryan. Sepertinya Ryan sangat merasa kehilangan. Ryan tersenyum.
"ini sudah takdir. Tuhan mengambil mama agar mama bisa tenang disana dan tidak merasakan siksaan kejam dari papa" tambah Ryan.
Angin berhembus ditempat dimana aku dan Ryan berada. Di puncak atas rumah ini. Rumahnya tinggi. Aku pun bisa melihat pemandangan indah darisini. Rumah ini dikelilingi kebun yang luas. Tak sepadat rumah rumah biasanya. Pemandangannya indah seperti dunia peri. Dunia fairy.
"sudahlah.. Dari tadi bawaannya mellow terus" kata Ryan.
Aku hanya bisa tersenyum. Benar benar mirip seperti imajinasiku di cerita peri kecil.
"tempat ini persis kaya diimajinasi ku .. Di cerita yang aku buat" Kataku pada Ryan.
"mungkin tidak kesengajaan. Cerita apa?"
"tentang peri kecil.."
"kau suka menulis?"
Aku mengangguk..
"Kau mengingatkanku pada mama.. Mama juga suka menulis" Ryan beranjak masuk kedalam.. Kesuatu ruangan. Aku mengikutinya.. Keruangan yang aneh. Berdominan warna putih dan hijau kusam.. Ryan mengambil suatu buku.. Buku kusam warna biru..
"ini cerita buatan mama.. tentang peri juga.. peri yang mencari cinta sejatinya.."
Aku membacanya. Kuhanya membaca sedikit awalan, dan sangat menyentuh. Bahasa yang penuh makna .. Aku merasakan sesuatu.Aku merinding.. Aneh.. Kemudian ku menutup buku itu ..
"Ryan, aku pingin pulang" Aku berkata pada Ryan sedikit deg deg an. aku benar benar merasa aneh. Aku merasakan sesuatu yang mungkin Ryan tak merasakannya.
"Baiklah.. Aku antar kamu pulang yah?"
Aku mengangguk. Sedikit merasa lebih baik saat keluar dari rumah itu. Sebelum pulang, aku menatap rumah itu dalam dalam. Aku tak menyangka rumah ini persis seperti rumah yang kuimajinasikan. Aku tak menyangka. Benar benar persis.
"Kau merasakan sesuatu yang aneh?" Ryan berkata padaku. Aku mengangguk heran.
"Aku juga" Kata Ryan lagi
"Maksudmu?"
"Aku tak pernah merasakan sesuatu yang aneh ditempat itu saat aku dulu bersama mama. Aku merasa sedikit berbeda sekarang"
Aku menatap Ryan dalam dalam dengan mata tajam. Akupun tak tau apa maksunya..
"Sudahlah lupakan"! Seru Ryan
Aku mulai mengerti apa yang dirasakannya, mungkin ia merasa persis sepertiku, merinding, aneh, dan sedikit merasa takut. Mungkinn..
Aku sampai dirumah setelah Ryan mengantarku pulang.. Aku langsung menuju kekamar. Dibenakku masih terbayang tulisan itu. Tulisan cerita mama Ryan. Kenapa tulisan itu seperti kukenal.. Misterius, aku tak dapat mempercayai kejadian aneh siang tadi.. OH GOD ! aku takutt.. Rasa takut itu semakin meluas dalam pikiranku. Sampai akhirnya aku tertidur..
"KRINGGG" jam kembali berbunyi. DONE. Hari ini hari libur. Mmmmm.. ngapain yah.. galau haha.. Aku membuka handphone...
SMS dari Ryan.
"Lo ada acara ?"
"Hari ini?"
"Gak taun depan.."
"Kalo tahun depan sih gatau"
"Eh gue serius.. lola nih anak ya , elo jam 8 sibuk?"
"ehh gue dikatain lola -_- aib tau... mmm.. gaada .. kenapa ?"
"gue jemput elo jam 8"
"hari ini?"
"kan gue uda bilang taun depan"
"ihh elo.. lo bikin gue pusing deh lama lama.. hari ini ato taun depan sih?"
"yaelaahhh.. pasti elo barusan bangun yah?"
"iya.. emang kenapa?"
"pantesan otak elo masih rada ngelindur gitu"
"ehhh ni anak nyebelinnyaaa..."
"hahaha yadeh yadehh.. hari ini yah?"
"ngapain?"
"mending lo baca sms yang barusan barusan deh.. Baca dari awal biar elo ngerti
"maksudnya.."
"Capek gue jelasin keelo"
5minutes after
"hihi,, udah tau maksudnya"
"alhamdzulillah yah -_- lola lo sembuh.."
"jam 8 kan ?"
"yapp"
"okay gue siap siap dulu"
"(y)"
Udara masih dingin....Mentari baru saja menampakkan cahaya hangatnya... Bintang sudah tiada.. Bulan pun tak terlihat lagi.. Hanya mentari dan awan putih.. Aku duduk ditaman belakang rumah sambil menunggu Ryan datang menjemput.. Aku membuka buku harian.. Kubaca sekilas cerita tentang peri itu... Dan terlintas bayang bayang buku yang telah dicoret coret oleh alm.ibu Ryan.. Angin berhembus... Semakin dingin udara di pagi ini .
"srr" seseorang memakaikan aku jaketnya dari belakang... Aku menengok,, Kulihat Ryan dengan senyuman hangatnya..
"RYAN?"
Ryan tersenyumm...
"kok loh ? lewat mana?" aku masih kebingungan melihat Ryan yang tiba tiba berada di belakangku..
"Pintu rumah elo kebuka"
"Hah? sejak kapan ? dirumah ini cuma gue.. Seinget gue kemaren pintu gue kunci"
Ryan mengangkat bahunya.. Aku melihat jam..
"Ini masih jam enam ... Elo kok uda dateng"
Ryan hanya tersenyumm ..
"Udahlah.. Bisa berangkat sekarang?"
Aku mengangguk.
Ryan membawa ku ke suatu tempat lagi. Surprise. Ke danau. Agak jauh sih, tapi suer disini keren banget.. Sejukk... Udaranya segar dan airnya kelihatan sangat jernih. Aku tak melihat satupun orang kecuali aku dan dia...
"gimana ? indah kan pemandangannya?" Kata Ryan.
Aku mengangguk :) memang indah, dengan tambahan pemandangan pegunungannya disini. Ini tak terlihat seperti desa. Mungkin ini salah satu keajaiban tuhan. Aku tak menyangka disini terdapat tempat sebagus ini.. Pohon pohon yang berguguran daunnya.. Bunga bunga yang masih terlihat layu namun menyejukkan.. Air yang tenang, suara burung berkicau.. Dan tebing tebing yang menantang..
"aku suka tempat ini" kataku sambil melihat wajah Ryan. Ryan tersenyum memandangku. Tatapan tajamnya.. Aku suka itu... Ketika ia melihatku... Membuatku merasa dunia ini seakan berhenti saat melihat senyumannya. Membuat jantungku berdetak kencang. Tak ingin rasanya aku kehilangan senyuman hangat itu. Aku membalas senyumannya.
"kau pernah merasakan perasaan aneh?" kata Ryan.
"hah?" aku masih bingung menjawab apa. Mulutku rasanya tak bisa mengucap.
Ryan tersenyum ..
"Saat dunia serasa berhenti, dan jantungmu berdetak kencang dan kau tak bisa menghentikannya, saat perasaanmu ingin terbang, saat matamu sulit tuk terpejam saat kau bersama seseorang, dan saat perasaan hangat muncul ketika kau melihat seseorang ?" tambah Ryan.
"aa.. aku.." aku masih tak bisa membalas omongannya. Aku bingung dan tentu saja aku guggup.
"Aku merasakannya... Saat ini.. Saat bersamamu.. " Ryan melanjutkan omongannya lagi. Aku terkejut.. Akankah Ryan menyatakan perasaannya padaku ? Akankah aku bisa merespons nya jika memang benar ia jatuh cinta padaku ?
"aku tak tau apa maksudmu" Jawabku..
"suatu saat kau akan mengetahuinya" tambah Ryan dengan tuangan senyum manis dibibirnya . Baiklah, aku mengaku. Aku hanya pura pura tak mengerti apa maksudnya.. Aku tahu Ryan merasakan perasaan yang sama sepertiku... Entah ini hanya perasaan seorang wanita sepertiku, atau memang benar ... Bahwa dia mencintaiku......
Dingiiinn...Angin seperti berkeliling mengitari badanku...
Ditepi danau bersama Ryan... Melihat pemandangan yang seribu kali menabjubkan dari dunia mimpi... Awan nampak tersenyum melihatku bersandar dibahu Ryan.. Sementara Ryan hanya tersenyum melihatku terlelap dibahunya...
"kau mengantuk ?" tanya Ryan melihatku menutup mata... Aku menggelengkan kepala ....
"lalu ? kenapa kau tidur ?"
"aku hanya ingin memejamkan mataku sejenak disampingmu..." Jawabku singkat . Aku tak tahu mengapa mataku rasanya ingin terpejam saja saat berada disampingnya . Aku merasa nyaman...
Ryan memelukku... Hangat.... Aku menatap nya... Entah mengapa aku ingin memeluknya balik ditempat ini, tempat yang sepi yang hanya ada aku dan Ryan...
Kehangatan itu mengalahkan dinginnya udara. Burung yang ber-migrasi melambai kearah ku. Matakku dan mata Ryan saling menatap. Wajah Ryan mendekat kearahku. Aku tak tau ada sesuatu yang aneh sehingga wajahku ikut mendekat ke wajahnya . Ini perasaan yang aneh . Ia sem akin erat memelukku . Ia tersenyum , bibirnya menyentuh bibirku , semakin mendekat , dan ... INI CIUMAN PERTAMA... AKU DAN RYAN..... RYAN MENCIUMKU !
”hey .. ngapain?” seseorang mengagetkanku dari belakang.Aku menoleh kebelakang.Itu Ryan.Selain taman, cowok ini juga inspirasiku.Aku mengaguminya dari pertama kali kita jumpa.Dia baik, keren lagi.
”hey..Ryan!Ngapain disini?”Tanyaku padanya.
”yahh, ditanya malah balik nanya” jawab Ryan..Aku hanya tertawa.
”ngapain kamu?”tambahku.
”tadi, aku lihat kamu disini, pengen aja nyamperin.Tempat ini bagus”
”ini salah satu tempat kesukaan aku”
”hmm..pantesan tiap kali istirahat, kamu gak ada dikelas.Ternyata menyendiri disini”
”enak aja, aku gak menyendiri tau..Cuma pingin bebasin diri dari keramaian dikelas”
”yeeee...sama aja lagi”
”KRINGGG”
”eh, bel tuh , kekelas yuk ?” ajakku.
”yahh, udah bel yah?Bentar banget istirahatnya.Jadi gabisa lama lama an deh sama kamu” celetuk Ryan
”hiyaaa....udahlah..yuk”
”iya udah deh”
Aku segera masuk kelas.Sementara dikelas sudah ada guru fisika yang super banget nyebelin..
”maaf bu , saya telat” kataku dengan wajah menunduk
”sana duduk !” dengan cuek dan juteknya guru itu menyuruh ku duduk tanpa menatap wajahku.
Aku duduk dengan wajah memerah.Semua teman teman melihatku dengan anehnya, mungkin karena aku sering terlambat saat pelajaran sehabis istirahat.
”darimana lagi kamu Fey?”Tanya Dini, sahabat aku yang duduk disebelah ku
”dari surga” jawabku sambil membayangkan tadi ditaman bersama Ryan.
”kamu bercanda?” tanya Dini lagi tak percaya.
”serius..Tadi aku isurga sama Ryan”
”idiihhh ! labil !” ejek Dini padaku
”ehh, dibilangin kok . Tempat apapun bisa jadi surga saat aku bersama Ryan.hihihihi !” jawabku lagi.
Jam kedua..Masih pelajaran fisika. Aku sedikit bingung dengan apa yang disampaikan guru itu. Tidak sedikit sebenarnya. Aku benar benar tak tau dan tidak mengerti apa maksud dari pelajaran ini. Fisika dan Matematika adalah kelemahanku.
”eh eh, lihat tuh..si Ryan !” kata Andin sambil melihat keluar
”mana?”
”itu diluar !”
Ryan melihatku dan melambaikan tangannya.Aku membalas dengan senyuman.
”FAIRY ! NGAPAIN SENYUM SENYUM !” Bentak guru fisika itu saat menatapku.Oh God! Musibah! Aku hanya diam dan menundukan wajah. Rupanya guru itu melihat keluar.. Ryan ingin berlari rasanya saat guru itu melihatnya.Namun ia terasa tak bisa berlari menghindar. Dan akhirnya kita ketauan.
”FEY ! RYAN ! Berdiri di depan tiang bendera sampai bel pulang berbunyi !” Bentaknya lagi. Benar benar musibah ! Aku keluar kelas dan melihat jam ditangan. Syukur deh , jam 12.50 ! 10 menit lagi bel pulang dikumandangkan -_- paling nggak , aku dan Ryan tak perlu berlama lama dibawah tiang bendera.
”kamu sih , ngapain pake lewat kelas aku !” kataku pelan pada Ryan yang berdiri ditiang bendera , tepatnya disebelah aku berdiri juga.
”maaf deh maaf. Aku kan kangen sama kamu . Jadi gakpapa dong nengok kekelas kamu.” Gombal Ryan sambil bercanda padaku
”idiiihh.. Bercanda mulu ih” Kataku dengan sedikit nge-fly
”ini mah serius atuh neng” Jawabnya dengan logat daerah asalnya.
”yaelah akang teh jangan bercanda mulu,,Nge gombal aja ih”
”hahaha..oke deh..by the way..nanti malam ada waktu?”
“emmm...ada...kenapa?”
“aku kerumahmu yah?”
”ohh iya, silahkan .. Tapi, dalam rangka apa nih kerumah ? Kalo kerumah Cuma buat minta makan , maaf deh yah , dirumah gaada apa apa.” kataku sambil iseng bercanda.
”kalo gaada makan, minum boleh deh yah yah ?” kata Ryan memelas.
"udahlah Ryan.. Gausa bercanda deh " kataku
"nah lo? siapa duluan yang bercanda..Kamu yang mulai kann" Ryan menjawab dengan mencubit pipiku. Oh god ! FLY !
"apaan sih.." kataku agak sedikit menunduk.. Yaelah.. Aku cuma digituin aja udah nge fly.. ckckck andaikan saja Ryan tau gimana perasaanku .
"TEEEEET" yeeee... pulaaaang ! gak terasa bentar banget disini . Berjemur dibawah tiang bendera. padahal pengen lama lama sama Ryan
"eh bel tuh . pulang yuk ?" kata Ryan mengagetkan lamunanku.
"ehh iya, udah bel yah.. Cepet bel nya..hihi"Kataku sedikit #lola
"pulang bareng yuk?" ajak Ryan..
"mmm.. Gimana yah.. mm Iya deh, ambil tas dulu yah" jawabku. uhh ! salting nya kumat . Lola nya juga kumat. Telminya apalagi.
yeee ! pulang bareng Ryan. Seneng banget. Digonceng Ryan. Haha.. salting senyum senyum sendiri. hahaa..
"jalan jalan dulu yah? Males ni di rumah" ajak Ryan
"mm.. iya deh .. Kemana? " Jawabku
"Aku pingin ngajak kamu kesuatu tempat"
"Kemana?"
"udah ngikut aja"
"yaasudaaalahhh" jawabku pasrah
Ryan membawaku ketempat aneh. Dibilang rumah bukan, dibilang gedung juga bukan.
"naik ke atas yuk?" ajak Ryan
Aku tersenyum. Tempat ini kaya aku pernah datengin. Persis kaya di mimpi. Seperti apa yang aku bayangin pas ngebuat cerita si peri kecil. Tempatnya aneh, tapi nyenengin. Sepi, kaya rumah bekas. Tapi bukan. Banyak dedaunan. Tapi indah dan bagus. Tak ada kotornya sama sekali. Aku terus berjalan dan merasakan perasaan aneh. Sampai pada akhirnya, aku dan Ryan sampai di atas gedung.
"ini rumah peninggalan alm mama aku" Ryan menceritakannya.
"Dulu, aku sering sama mama ketempat ini. Tempat yang aku datengin saat aku dan mama ada masalah sama papa. Papa memang jahat sama aku. Juga sama mama. Sampai sekarang. Sampai mama meninggal. Papa gaktau kalo aku sama mama punya rumah rahasia disini. Sekarang aku jarang ketempat ini. Aku pernah berjanji, bakal ngajak seseorang yang penting dihidup aku ketempat ini. Selain mama, ada satu orang yang juga penting buat aku."
Aku melamun. Aku bahkan tak tau maksudnya. Aku hanya diam, dan sekali menatapnya sambil tersenyum. Aku mengamati tempat ini. Demikian dengan Ryan.
"Tempatnya bagus" tambahku
"Lebih bagus dulu saat aku dan mama sering merawatnya. Saat mama masih ada"
Aku menatap mata Ryan. Sepertinya Ryan sangat merasa kehilangan. Ryan tersenyum.
"ini sudah takdir. Tuhan mengambil mama agar mama bisa tenang disana dan tidak merasakan siksaan kejam dari papa" tambah Ryan.
Angin berhembus ditempat dimana aku dan Ryan berada. Di puncak atas rumah ini. Rumahnya tinggi. Aku pun bisa melihat pemandangan indah darisini. Rumah ini dikelilingi kebun yang luas. Tak sepadat rumah rumah biasanya. Pemandangannya indah seperti dunia peri. Dunia fairy.
"sudahlah.. Dari tadi bawaannya mellow terus" kata Ryan.
Aku hanya bisa tersenyum. Benar benar mirip seperti imajinasiku di cerita peri kecil.
"tempat ini persis kaya diimajinasi ku .. Di cerita yang aku buat" Kataku pada Ryan.
"mungkin tidak kesengajaan. Cerita apa?"
"tentang peri kecil.."
"kau suka menulis?"
Aku mengangguk..
"Kau mengingatkanku pada mama.. Mama juga suka menulis" Ryan beranjak masuk kedalam.. Kesuatu ruangan. Aku mengikutinya.. Keruangan yang aneh. Berdominan warna putih dan hijau kusam.. Ryan mengambil suatu buku.. Buku kusam warna biru..
"ini cerita buatan mama.. tentang peri juga.. peri yang mencari cinta sejatinya.."
Aku membacanya. Kuhanya membaca sedikit awalan, dan sangat menyentuh. Bahasa yang penuh makna .. Aku merasakan sesuatu.Aku merinding.. Aneh.. Kemudian ku menutup buku itu ..
"Ryan, aku pingin pulang" Aku berkata pada Ryan sedikit deg deg an. aku benar benar merasa aneh. Aku merasakan sesuatu yang mungkin Ryan tak merasakannya.
"Baiklah.. Aku antar kamu pulang yah?"
Aku mengangguk. Sedikit merasa lebih baik saat keluar dari rumah itu. Sebelum pulang, aku menatap rumah itu dalam dalam. Aku tak menyangka rumah ini persis seperti rumah yang kuimajinasikan. Aku tak menyangka. Benar benar persis.
"Kau merasakan sesuatu yang aneh?" Ryan berkata padaku. Aku mengangguk heran.
"Aku juga" Kata Ryan lagi
"Maksudmu?"
"Aku tak pernah merasakan sesuatu yang aneh ditempat itu saat aku dulu bersama mama. Aku merasa sedikit berbeda sekarang"
Aku menatap Ryan dalam dalam dengan mata tajam. Akupun tak tau apa maksunya..
"Sudahlah lupakan"! Seru Ryan
Aku mulai mengerti apa yang dirasakannya, mungkin ia merasa persis sepertiku, merinding, aneh, dan sedikit merasa takut. Mungkinn..
Aku sampai dirumah setelah Ryan mengantarku pulang.. Aku langsung menuju kekamar. Dibenakku masih terbayang tulisan itu. Tulisan cerita mama Ryan. Kenapa tulisan itu seperti kukenal.. Misterius, aku tak dapat mempercayai kejadian aneh siang tadi.. OH GOD ! aku takutt.. Rasa takut itu semakin meluas dalam pikiranku. Sampai akhirnya aku tertidur..
"KRINGGG" jam kembali berbunyi. DONE. Hari ini hari libur. Mmmmm.. ngapain yah.. galau haha.. Aku membuka handphone...
SMS dari Ryan.
"Lo ada acara ?"
"Hari ini?"
"Gak taun depan.."
"Kalo tahun depan sih gatau"
"Eh gue serius.. lola nih anak ya , elo jam 8 sibuk?"
"ehh gue dikatain lola -_- aib tau... mmm.. gaada .. kenapa ?"
"gue jemput elo jam 8"
"hari ini?"
"kan gue uda bilang taun depan"
"ihh elo.. lo bikin gue pusing deh lama lama.. hari ini ato taun depan sih?"
"yaelaahhh.. pasti elo barusan bangun yah?"
"iya.. emang kenapa?"
"pantesan otak elo masih rada ngelindur gitu"
"ehhh ni anak nyebelinnyaaa..."
"hahaha yadeh yadehh.. hari ini yah?"
"ngapain?"
"mending lo baca sms yang barusan barusan deh.. Baca dari awal biar elo ngerti
"maksudnya.."
"Capek gue jelasin keelo"
5minutes after
"hihi,, udah tau maksudnya"
"alhamdzulillah yah -_- lola lo sembuh.."
"jam 8 kan ?"
"yapp"
"okay gue siap siap dulu"
"(y)"
Udara masih dingin....Mentari baru saja menampakkan cahaya hangatnya... Bintang sudah tiada.. Bulan pun tak terlihat lagi.. Hanya mentari dan awan putih.. Aku duduk ditaman belakang rumah sambil menunggu Ryan datang menjemput.. Aku membuka buku harian.. Kubaca sekilas cerita tentang peri itu... Dan terlintas bayang bayang buku yang telah dicoret coret oleh alm.ibu Ryan.. Angin berhembus... Semakin dingin udara di pagi ini .
"srr" seseorang memakaikan aku jaketnya dari belakang... Aku menengok,, Kulihat Ryan dengan senyuman hangatnya..
"RYAN?"
Ryan tersenyumm...
"kok loh ? lewat mana?" aku masih kebingungan melihat Ryan yang tiba tiba berada di belakangku..
"Pintu rumah elo kebuka"
"Hah? sejak kapan ? dirumah ini cuma gue.. Seinget gue kemaren pintu gue kunci"
Ryan mengangkat bahunya.. Aku melihat jam..
"Ini masih jam enam ... Elo kok uda dateng"
Ryan hanya tersenyumm ..
"Udahlah.. Bisa berangkat sekarang?"
Aku mengangguk.
Ryan membawa ku ke suatu tempat lagi. Surprise. Ke danau. Agak jauh sih, tapi suer disini keren banget.. Sejukk... Udaranya segar dan airnya kelihatan sangat jernih. Aku tak melihat satupun orang kecuali aku dan dia...
"gimana ? indah kan pemandangannya?" Kata Ryan.
Aku mengangguk :) memang indah, dengan tambahan pemandangan pegunungannya disini. Ini tak terlihat seperti desa. Mungkin ini salah satu keajaiban tuhan. Aku tak menyangka disini terdapat tempat sebagus ini.. Pohon pohon yang berguguran daunnya.. Bunga bunga yang masih terlihat layu namun menyejukkan.. Air yang tenang, suara burung berkicau.. Dan tebing tebing yang menantang..
"aku suka tempat ini" kataku sambil melihat wajah Ryan. Ryan tersenyum memandangku. Tatapan tajamnya.. Aku suka itu... Ketika ia melihatku... Membuatku merasa dunia ini seakan berhenti saat melihat senyumannya. Membuat jantungku berdetak kencang. Tak ingin rasanya aku kehilangan senyuman hangat itu. Aku membalas senyumannya.
"kau pernah merasakan perasaan aneh?" kata Ryan.
"hah?" aku masih bingung menjawab apa. Mulutku rasanya tak bisa mengucap.
Ryan tersenyum ..
"Saat dunia serasa berhenti, dan jantungmu berdetak kencang dan kau tak bisa menghentikannya, saat perasaanmu ingin terbang, saat matamu sulit tuk terpejam saat kau bersama seseorang, dan saat perasaan hangat muncul ketika kau melihat seseorang ?" tambah Ryan.
"aa.. aku.." aku masih tak bisa membalas omongannya. Aku bingung dan tentu saja aku guggup.
"Aku merasakannya... Saat ini.. Saat bersamamu.. " Ryan melanjutkan omongannya lagi. Aku terkejut.. Akankah Ryan menyatakan perasaannya padaku ? Akankah aku bisa merespons nya jika memang benar ia jatuh cinta padaku ?
"aku tak tau apa maksudmu" Jawabku..
"suatu saat kau akan mengetahuinya" tambah Ryan dengan tuangan senyum manis dibibirnya . Baiklah, aku mengaku. Aku hanya pura pura tak mengerti apa maksudnya.. Aku tahu Ryan merasakan perasaan yang sama sepertiku... Entah ini hanya perasaan seorang wanita sepertiku, atau memang benar ... Bahwa dia mencintaiku......
Dingiiinn...Angin seperti berkeliling mengitari badanku...
Ditepi danau bersama Ryan... Melihat pemandangan yang seribu kali menabjubkan dari dunia mimpi... Awan nampak tersenyum melihatku bersandar dibahu Ryan.. Sementara Ryan hanya tersenyum melihatku terlelap dibahunya...
"kau mengantuk ?" tanya Ryan melihatku menutup mata... Aku menggelengkan kepala ....
"lalu ? kenapa kau tidur ?"
"aku hanya ingin memejamkan mataku sejenak disampingmu..." Jawabku singkat . Aku tak tahu mengapa mataku rasanya ingin terpejam saja saat berada disampingnya . Aku merasa nyaman...
Ryan memelukku... Hangat.... Aku menatap nya... Entah mengapa aku ingin memeluknya balik ditempat ini, tempat yang sepi yang hanya ada aku dan Ryan...
Kehangatan itu mengalahkan dinginnya udara. Burung yang ber-migrasi melambai kearah ku. Matakku dan mata Ryan saling menatap. Wajah Ryan mendekat kearahku. Aku tak tau ada sesuatu yang aneh sehingga wajahku ikut mendekat ke wajahnya . Ini perasaan yang aneh . Ia sem akin erat memelukku . Ia tersenyum , bibirnya menyentuh bibirku , semakin mendekat , dan ... INI CIUMAN PERTAMA... AKU DAN RYAN..... RYAN MENCIUMKU !